Eugene duduk dengan tenang di sofa dekat jendela, membaca buku sambil sesekali melirik Ellie di ranjang. Perempuan itu tertidur dengan pulas setelah lama menangis semalam. Kedua matanya bengkak. Wajahnya sedikit pucat. Banyak bekas memerah dan sembab, melunturkan sedikit aura cantik gadis itu. Sesekali Eugene menghela napas, mengingat betapa susahnya semalam menidurkan Ellie. Semalam, Ellie nyaris bertekad tidak akan tidur sampai pagi demi memikirkan kelanjutan hidupnya. Gadis mungil itu di ambang putus asa dan kehilangan arah. Ya, Eugene tidak akan menyalahkan. Wajar saja. Mengingat betapa kerasnya hidup yang telah Ellie jalani, sudah sewajarnya ia menginginkan kebebasan yang semestinya. Sayangnya, tidak dapat Eugene kabulkan. Begitu pula dengan Raja. Beliau pun tak dapat mengabulkannya

