“Aku lelah.” “Aku juga.” Ellie menoleh, cemberut. “Lalu, kurangilah pekerjaan turun lapanganmu.” “Apakah itu sebuah perintah, Grand Duchess?” Ellie langsung memukul pundak Eugene. “Bodoh.” Eugene hanya terkekeh seraya menarik pinggang Ellie mendekat. Dengan santai, pria itu mencuri cium pada rambut pirang Ellie bertepatan dengan pintu utama istana Alterius dibuka. Para pelayan berbaris menyambut kedatangan mereka. Spontan, menimbulkan segaris merah di kedua pipi Ellie karena para pelayan itu pasti sempat melihat Eugene mencium rambutnya. “Selamat datang Yang Mulia Grand Duke dan Yang Mulia Grand Duchess.” sambut para pelayan kompak seiring langkah kaki Eugene dan Ellie memasuki istana. Hera segera mengambil alih mantel Ellie sementara Charles mengambil milik Eugene. Kedua pelayan t

