Ranti bimbang. "Hmm.. Kamu sungguh-sungguh sakit?" Ranti sedikit meragukan, karena semalam Ario terlihat baik-baik saja. "Memangnya apa aku terlihat berbohong?" Ario tertawa. "Ahh.. Kamuu.," Ranti mencubit pipinya. "Awww.. Ini serius sakit.. Pasien kenapa harus dicubit segala?" Ario terlihat kesakitan. “Maaf sayang, aku lupa, kebiasaan." Ranti mengecup pipi Ario. "Aku izin siang saja. Jam 10 harus pergi, nanti aku usahakan pulang agak awal," Ranti akhirnya memutuskan. Ario memeluknya, "Nanti aku antar. Jemput juga. Hari ini kosong." Ranti tersenyum, lalu duduk di sebelah Ario, "Terima kasih sayang untuk semuanya." Ario keheranan, "Urusan antar jemput itu sepele, tidak perlu berterima kasih." "Tidak hanya soal itu. Tapi, soal kemarin. Mmm... Terima kasih sudah menjagaku, bahkan sampa

