Sebuah rencana

1173 Words

 Sudah seminggu lebih wajah Selina tidak sedap dipandang mata. Dan sikapnya pun seringkali membuat orang kesal dan sakit hati, seperti yang terjadi siang ini.     Semua orang sudah menunggu giliran untuk pemotretan, tetapi sampai mendekati waktu makan siang, Selina belum juga datang dan ponselnya tidak bisa di hubungi.     Entah alasan  tidak sengaja atau tidak Selina sudah mengganggu waktu kerja mereka semua. Dan kini waktunya bagi mereka untuk membalas dendam.     Selina memperhatikan wajah para model dan penata gaya yang melihatnya dengan tatapan sinis dan mengejek.     "Ada apa? Kenapa kalian memandangku seperti itu, apa ada yang salah?"     "Tentu saja ada yang salah. Coba kamu baca layar di sana!" tunjuk Asya ke arah layar.     Kepercayaan Selina terlalu tinggi. Dengan dag

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD