Bukan aku takut mengucap kata cinta, akan tetapi aku takut kehilangan setelah menyatakannya. "Apa dia bernama Amelia?" "JADI KAU ORANGNYA !!!!!" Dewa membuka kedua matanya. Wangi ruangan dokter ini begitu menghipnotis dirinya hingga pemikirannya terbang bersama wangi semerbak yang menenangkan jiwa. Ternyata apa yang sejak tadi dia pikirkan tidak terealisasikan. Mendengar nama perempuan yang sejak dulu menghiasi hatinya disebut kembali membangkitkan sesuatu yang sudah dia kubur dalam-dalam. Namun semua rasa marah, emosi hingga kecewa yang bercampur menjadi satu tidak mampu dia keluarkan didepan orang itu. Dia tidak mampu, walau hanya ingin memaki. Dewa menarik napas dalam, jika dia terbawa emosi dan membalas dengan perbuatan buruk kepada dokter Ian, itu akan membuatnya terliha

