Sakit karena Berharap

1512 Words

November 2019 "Apa alasan Kak Ardi? Tolong jelasin!" Ardi mengatupkan bibirnya. Tak ada sepatah kata pun keluar dari mulut si bujang bantet.Sedetik. Dua detik. Tiga detik. Alika menghela napasnya dalam-dalam sambil memejamkan mata, berusaha mengontrol emosi yang hampir mendidih karena rasa tidak sabarnya menanti jawaban dari Ardi. "Berapa purnama lagi Kakak akanmembisu, hah?!" sindir Alika sinis, sambil berkacak pinggang. Ardi masih geming dalam tunduknya, membuat Alika me-ngerang kesetanan. "Maaf," lirih Ardi pelan nyaris seperti desisan. Jawaban singkat dan tidak bertanggung jawab yang baru saja dilontarkan Ardi, meledakkan mesiu di kepala Alika. Wanita dengan rambut berwarna cokelat hazelnut mencak-mencak sambil memuntahkan seluruh sumpah serapah yang ada di kepalanya. "Baiklah, k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD