Sejak berhubungan spesial dengan sekretarisnya, Irfan akhirnya merasakan kebahagiaan di kesehariannya, terutama saat bekerja di kantor. Yuni memang sangat pandai membuatnya tenang sehingga dia pun jatuh cinta. Yuni memang sudah lama memendam perasaan kepada Irfan sejak bekerja beberapa tahun lalu, bahkan dia akhirnya yang berani memutuskan hubungan toksiknya dengan mantan kekasihnya yang kerap menghina fisiknya, tapi terus memanfaatkannya. Yuni dengan tulus membantu pekerjaan Irfan tanpa mengharapkan apapun dari Irfan. Dia yang selalu menomorsatukan Irfan, sampai pada akhirnya Irfan mempertanyakan tentang dirinya suatu hari. “Kamu sudah tiga puluh satu, belum menikah juga?” “Gimana mau menikah, Pak. Pacar aja nggak punya.” “Oh. Emang pernah punya?” “Ya, pernah. Tapi pacar saya jahat,

