Timo dan Numa seperti tidak puas-puas merasakan nikmatnya bercinta, menjelang tidur mereka berdua kembali b*******h. Padahal Numa sudah mengatakan ke Timo bahwa dia sangat lelah dan hanya ingin istirahat malam ini setelah digempur habis-habisan oleh Timo di dapur dan di kamar mandi. Tapi entah kenapa dia merasa kesusahan tidur, dan tentu menginginkan sentuhan Timo lagi. Keduanya saling melumat bibir dan meraba-raba d**a. Jari-jari lentik Numa lihai memainkan p****g d**a Timo, sehingga Timo bersemangat melumat bibirnya. Numa memundurkan wajahnya lalu turun ke d**a Timo, memainkan putingnya dengan lidahnya, dan satu tangan memainkan p****g d**a Timo lainnya. “Oooh, Numaaa.” Timo menatap sayu wajah Numa yang tenggelam di d**a bidangnya. Tidak ingin berlama-lama gelisah, Timo beranjak dari

