DRAMAQUEEN 18.02

1342 Words

Jelita mengalihkan tatapan dari layar ponsel, mengusap belakang tengkuknya dengan perasaan yang sulit untuk dijelaskan. Ada sesuatu yang terasa berbeda setelah dia bertemu dengan lelaki tampan bertato di koridor rumah sakit tadi. Laki-laki yang tidak bisa mengalihkan tatapannya dan berdiri kaku melihatnya seakan-akan dia sosok kuntilanak yang baru bangkit dari kubur seperti Suzanna tapi versi Princessnya. Jelita duduk di antara wanita hamil yang mengantri untuk memeriksakan kandungan di salah satu poliklinik rumah sakit swasta.  "Lama sekali antriannya," desah Pretty di sampingnya membuat Jelita mengalihkan tatapan. "Dan lama sekali suamiku yang aku suruh beli roti manis." "Ibu hamil ini bawaannya memang cerewet ya. Suamimu baru saja pergi kurang dari lima menit yang lalu dan kamu sudah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD