Jelita sontak menjadi pusat perhatian sesaat setelah masuk ke dalam lobbi rumah sakit. Dandanannya yang cerah mencerminkan wanita kasmaran tentu membuat para pengunjung juga penghuni rumah sakit tidak bisa berpaling dan mengikuti langkah kakinya sampai berhenti di depan meja resepsionis. Wajahnya yang cantik dan auranya yang berbeda jelas bisa membuat para mata lelaki tidak berkedip memandangnya. Senyuman di wajahnya kontras dengan aura muram yang ada di sekitarnya. "Permisi, ruangan dokter Haristama Alvaro di mana ya?" Dua suster jaga tidak langsung menjawab malah terlihat memperhatikan penampilan Jelita yang membawa kotak makan tiga susun di tangannya. "Dokter Tama?" tanya salah satunya memastikan. "Binggo. Ah ya, just information, Incess calon istrinya dokter Tama." Jelita mengedip

