DRAMAQUEEN 15

1727 Words

Tama membasuh wajahnya dengan air dingin berharap bisa mengembalikan akal sehatnya yang tadi terbang entah ke mana, menumpukan telapak tangan di pinggiran westafel kamar mandi kemudian berdiri diam memandangi pantulan wajahnya sendiri dengan sorot bingung. Di matanya, dia terlihat seperti lelaki labil. Beberapa menit sebelumnya dia mengatakan takut jatuh cinta pada si Barbie tapi di menit berikutnya, dia berniat menciumnya karena terbawa suasana. "Damn!!!" Umpatnya kesal lebih untuk dirinya sendiri. "Jaga bibirmu,Tam! Main nyosor aja. Dia sudah punya calon!" Kemudian mengacak rambut belakangnya. Frustasi. Sial, ada apa dengan dirinya? Tama meletakkan telapak tangannya di jantung yang tadi berdetak tidak beraturan.  Kenapa dia malah bertingkah seperti remaja yang baru berinteraksi deng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD