Tama menurunkan ponselnya, masih dengan senyuman di wajah setelah mendengar suara merdu Barbienya yang agak serak-serak aneh tidak seperti biasanya. Meski heran tapi Tama mencoba untuk tidak berpikir yang macam-macam. "Wah, kita punya bucin di sini. Coba lihat senyumannya yang menggelikan tadi." Tama mengalihkan tatapan kesal ke Liam yang duduk tepat di sebrangnya dengan gaya sok santai. "Astaga, bikin merinding." "Kamu sirik aja sih. Makanya kalau jatuh cinta yang bener. Pacaran gaya playboy dengan gaya bucin jelas aja beda," sahut Rama yang sibuk mengancing lengan kemejanya. "Ngelihat ekspresi Tama bikin ikut mesem tapi ngelihat ekspresimu bikin eneg." Liam mencoba menendang kaki Rama yang langsung pindah tempat diiringi gelengan kepala Tama dan tawa terbahak Clara yang sedang menikm

