Pemanis Hidup

1440 Words

#Pura_Pura_Rebahan Part 24 : Pemanis hidup Panggilan pertama dan kedua kuabaikan, hingga akhirnya ia tak menelepon lagi. Aduh, Oppa, aku harus mengirim chat kepadanya agar ia tak menghiraukan chatku yang tadi. [Zidan, sorry, aku salah kirim chat. Tak ada apa-apa, selamat bekerja.] Segera kukirimkan chat itu kepadanya, tapi ia sudah tak online lagi. Aduduuu ... jangan-jangan dia ke sini lagi? Gimana ini? sebelum Zidan datang, aku harus keluar dan memberikan uang kepada Mas Aldi, agar ia segera pergi. Tanpa pikir panjang lagi, segera kuraih bantal penyimpanan uangku lalu mengambil uang berwarna merah sebanyak lima lembar, semoga ini cukup untuk menyumpal mulut pengangguran tukang peras itu. isshh .... “Naffa, jaga Adek dulu, ya! Mama mau ke bawah sebentar,” ujarku kepada putri sulungk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD