GODAAN Plak! Sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi Narendra. Tidak begitu keras, tetapi hanya itu yang bisa Naya lakukan untuk membela diri dan menunjukkan perasaannya yang sakit. Dia merasa dilecehkan. “Apa maksudmu? Dengar, Mas Naren! Aku dan Chandra tidak pernah berbuat macam-macam. Dia selalu melindungi dan menjagaku dengan baik!” Amarah Narendra kembali tersulut. Dia tersinggung karena merasa dibanding-bandingkan dengan adiknya. Lantas, pria itu berdiri di hadapan Naya dan menarik tubuhnya hingga begitu erat. “Benarkah? Beruntungnya aku punya istri yang belum tersentuh. Aku jadi penasaran, apa dia tetap mau merebutmu kalau seandainya kamu sudah bukan perawan?” Kedua mata indah itu tampak membulat. Naya menahan napas dan merapatkan bibirnya saat wajah mereka hanya berjarak be

