Luka Jelita sudah diobati dengan baik. Arkana sengaja memanggil dokter wanita untuk menangani Jelita, khawatir jika gadis itu merasa tidak nyaman. Ia juga menyuruh dua orang asisten rumah tangga wanita untuk menemani Jelita selama proses pengobatan itu dan setelahnya turut membantu Jelita berganti pakaian. Sementara Arkana berjaga di luar kamar, sibuk khawatir dengan segala pemikiran akan kemungkinan terburuk. Untunglah, luka sayatan yang diterima Jelita tidak terlalu dalam sehingga dokter dengan cepat mengatasinya. Setelah dokter pergi, Arkana mengetuk pintu kamar, meminta izin untuk masuk. Salah satu asisten rumah tangganya dengan sigap mempersilakan Arkana. Mereka membereskan sisa pekerjaannya, lalu pamit pada sang majikan untuk keluar dari kamar tersebut. Tersisalah Arkana dan Jelit

