Meida, Edsel, Alex, dan beberapa orang lain yang merupakan pemegang saham juga anggota penting sangat terkejut saat melihat kedatangan Angel. Tapi saat melihat Carlen yang patuh melayani Angel mereka semua tak berani angkat bicara. Hanya Meida, yang langsung menggelap dan bersuara. "Kau jalang! Apa yang kau lakukan di perusahaanku!" Angel menatap datar wajah Meida dan kembali pada kertas di tangannya. Melihat ketenangan Angel, Meida semakin gelap muka. Dia baru saja akan berjalan sebelum Carlen maju dan mengatakan sesuatu yang membuat Meida tertahan. "Noja Meida, mohon untuk sopan," "Kau beraninya menghalangiku!" teriak Meida kalap. Rasa bencinya terlihat jelas. Ingatan beberapa hari lalu pun memicu amarahnya kian kuat. Kekasihnya, calon suaminya ternyata masih memikirkan

