"Bagus," Ungkap Cealin menunggu."Aku akan selalu datang menjengukmu sampai aku melihat suamimu. Angel, kau tahu kan? Aku adalah sahabatmu. Aku harus melihat apakah suamimu memperlakukanmu dengan baik atau tidak. Aku tak bisa membiarkanmu menderita," Angel ingin sekali tertawa lepas saat kata-kata 'Aku harus melihat suamimu memperlakukanmu dengan baik atau tidak' itu tercetus di udara. Hatinya ingin sekali bersorak riang tapi salah satu sudut hatinya kian kesal. Melihat suamiku? Teriaknya dalam hati. Apakah kau orang tuaku yang harus memastikan kehidupanku? Kenapa kau bertindak seakan-akan harus melihatku menderita. Cealin, sahabat macam apa dirimu sebenarnya. Angel tak mengatakan apa pun dan hanya menerima benda persegi panjang dari tangan Carlen. Dia hanya melirik Carlen sesaat

