"Lepas!" Potong Angel memberontak. Pundaknya terasa sakit akan remasan Edsel. "Katakan padaku, pria mana yang melakukan ini padamu? Pria mana yang telah berani menyentuhmu?" Ulang Edsel mulai kehilangan kendali. Dia bahkan lupa bahwa hubungan di antara mereka telah usai. Yang dia tahu, saat melihat tanda kepemilikan di leher Angel seluruh nyawanya hampir di tarik paksa dengan emosi yang mencapai kepala. "Apa kau gila?" Tanya Angel mencoba melepaskan diri. Dia berusaha menyingkirkan tangan Edsel dari pundaknya. "Apakah Meida tahu bahwa kau seperti ini? Apakah Meida tahu bahwa kau memiliki hubungan gelap dengan Cealin?" Edsel tersentak. Dia mundur perlahan dengan tatapan ngeri. "An-Angel, kau ...," sebenarnya dia tak berharap bahwa Angel akan tahu semuanya. Angel bernapas lega

