Typo bertebaran. Part belum di revisi. *** Angel memejamkan matanya sesaat lalu menatap Adrian yang duduk di hadapannya. "Paman, bisakah aku meminta sesuatu dari asetku?" Kening Adrian mengerut. "Semua milikmu. Kau tak perlu mendapatkan ijin siapapun untuk mendapatkan sesuatu." "Tapi tak semudah itu, paman." desah Angel frustasi. Melihat itu Adrian menyadari sesuatu bahwa ada yang salah dengan putri sahabatnya ini. "Angel katakan. Apa kau diancam atau mengalami sesuatu? Sebagai pengacara keluargamu, aku harus tahu." Angel mengangguk. "Paman, aku bahkan tak bisa meminta kartu kredit untuk membeli sesuatu. Saat ini aku tak memiliki satu dolar pun di dompetku. Aku terlihat kaya, tapi kenapa aku sangat miskin? Paman," "Mereka tak mengijinkanmu?" tanya Adrian hati-hati. Ange

