43. Angel atau Xin Narra?

980 Words

"Angel," panggil Cealin tak bisa menunggu lagi. Dia menatap Angel penuh permohonan. "Atau biarkan aku tidur di kamarmu malam ini. Kita bisa tidur bersama. Yah, aku tak keberatan jika tidur bersamamu," Mendengar permohonan itu Angel tertawa sekali lagi. "Tak keberatan? Cealin, apakah kau sadar apa yang kau ucapkan?" jeda sesat. Tawa Angel pun akhirnya pecah. Membuat Cealin tak mengerti. Kemudian dia melihat Cealin dengan tatapan dingin. "Cealin, apakah kau mencoba menjadi ratu di dalam rumahku sendiri?" Wajah Cealin berubah pucat. Dia terlihat gugup tapi saat melihat tawa Angel yang pecah, dia berpikir temannya ini sedang bercanda. "Kau bisa saja," Angel mengangguk, dan tiba-tiba tawanya terhenti. "Apa kau selalu seperti ini?" "Seperti apa?" "Tak tahu malu!" "Ang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD