"Pita nggak sekolah, Lan." Rembulan yang baru saja duduk di bangkunya jadi menoleh ketika mendengar ucapan Yura. Rembulan mengernyit, menatap bangku di sebelahnya yang masih kosong. Biasanya Pita akan datang lebih dulu dari pada Rembulan. Namun, sudah hampir bel, Pita belum juga datang ke kelasnya. "Kenapa?" Kerutan di dahi Rembulan terlihat jelas membuat Yura mengangkat sebuah amplop putih berisi surat. "Sakit. Ini surat dari Pak Satpam tadi ke kelas." ucap Yura menghela napasnya, dia duduk di kursi kosong sebelah Rembulan. "Kemarin dia nangis-nangis gitu, kan. Sekarang sakit, Lan." ucap Yura membuat Rembulan menghela napas. "Sakit apa emang?" tanya Rembulan mengangkat alisnya. "Demam." balas Yura membuat keduanya saling diam. Kelas sudah ramai karena sebentar lagi bel berbunyi dan

