Part 34

1508 Words

Iren tersentak ketika sebuah buku dilempar oleh Mia ke atas meja belajarnya. Iren menelan salivanya susah payah, menunduk karena tak berani menatap mata Mia yang penuh kilatan amarah. "Jawab Mama, Iren! Kenapa kamu nggak hadir saat bimbel pulang sekolah tadi?!" Suara Mia naik satu oktaf membuat tubuh Iren kembali tersentak dan terkejut. Iren masih diam, jantungnya berdegup lebih cepat dua kali lipat. Tangannya terasa dingin dan gemetar ketakutan. Setelah Mia pulang ke rumahnya, Mia tiba-tiba saja langsung memarahi Iren karena tidak hadir saat bimbel setelah pulang sekolah hari ini. Sebenarnya Iren sudah bisa menduga bahwa Mia akan marah, tapi Mia tak pernah menanyakan alasan lebih dulu dan selalu memarahi Iren bahkan saat dia belum tahu apa alasannya. "Lihat mata Mama!" Tangan Mia menar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD