STM 21

1527 Words

Pov : ERIS "Apa-apaan kamu, Fika? Kenapa mengancamku seperti itu? Harusnya kamu bersyukur, aku sudah memaafkan pengkhianatanmu waktu itu. Bahkan aku tetap mau menikahimu lagi dan memberimu kebebasan memakai ATMku." Fika agak shock mendengar suaraku yang meninggi. Tak ingin dia terus protes, kutarik lengannya agar masuk ke mobil. Tak butuh waktu lama kutinggalkan rumah minimalis bapak dan ibu itu begitu saja. Hanin yang biasanya selalu menungguku di teras tiap kali aku keluar rumah, sekarang dia seolah tak peduli. Dia cuek dan memasabodohkan. Entah mengapa mendadak rindu dengan perhatian dan kesetiaannya seperti dulu, sekalipun aku tak pernah menganggapnya ada. "Aku memang bersyukur, Mas. Siapa bilang aku tak bersyukur? Aku hanya mengingatkanmu dengan janji-janjimu sendiri sebelum mel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD