28. Apa Maumu? “Yakin kamu tidak mau?” tawar Sella. Ia duduk di tepi ranjang, satu tangannya ia gunakan untuk membelai wajah Danish. “Hentikan!” gertak Danish. Ia memilih diam dan tidak merespon. Sungguh tidak mengerti dengan jalan pikiran Sella. Wanita itu benar-benar murah. “Jangan munafik, kamu juga cemburukan saat melihat aku berdua dengan papamu, Danish, tunggu apa lagi, di sini hanya ada kita dan aku akan membayar pengkhianatan yang aku lakukan!” goda Sella. Wanita itu berani merebahkan tubuhnya di samping Danish. Sangat berani menunjukkan pesonanya kepada wanita itu. “Sadar!” Danish beranjak dari tempat tidurnya sejauh mungkin menjauhkan diri dari wanita gila itu. “Kau itu ibuku! Apa yang akan terjadi jika ada orang yang mengetahui kamu masuk ke dalam kamarku? Bagaimana jika p

