19

1483 Words
19 . Resepsi Pernikahan Ballroom Cakrawala Hotel, menjadi pilihan untuk tempat resepsi pernikahan. Memiliki lantai dengan karpet halus, dengan motif klasik. Dan bagian langit-langit yang dengan desain interior yang mengagumkan, sangat tepat dengan menjadi lokasi pilihan digelarnya resepsi pernikahan dua petinggi hotel itu sendiri. Resepsi pernikahan akan segera di gelar. Dekorasi pernikahan bertema glamour dengan lampu gantung, swarovski dan bunga warna peach yang terlihat indah dan menawan. Ballroom Cakrawala hotel di sulap menjadi tempat resepsi pernikahan impian. Menu makanan yang di sajikan mahal dan berkelas. Ruangan yang berkapasitas seribu lima ratus tamu undangan itu, dihadiri para tamu pengusaha, pejabat tinggi dan beberapa artis terkenal. Sebuah resepsi pernikahan yang diiringi alunan lagu dari penyanyi papan atas Indonesia. Tentu saja menghabiskan dana milyaran hanya dalam waktu sehari. Terlihat dua pasang pengantin, Pak Suryo dan Sella, Danish dan Keyra berdiri dengan senyum merekah menyalami tamu satu persatu. Danish dan Pak Suryo tampak bahagia, setidaknya pernikahan ini memanglah kehendak mereka. Namun, tidak untuk Sella. Gadis itu ingin sekali yang menjadi pasangannya adalah Danish, bukan papanya. Semua menjadi tampak suram bagi wanita itu. Membuatnya merasa kesal sepanjang acara resepsi berlangsung. Berbeda dengan Keyra, wanita itu lebih memikirkan hati ibunya. Ibu, ibu, dan ibu. Ibunya pasti akan sedih jika mengetahui semuanya. “Sayang kamu lelah?” tanya Danish. Ia menunjukkan perhatiannya pada Keyra dengan begitu mencolok. Membuat Sella ikut memperhatikannya. “Emm,” jawab Keyra irit. Rasa bersalah kepada sang ibu menguasai hati dan benaknya. “Duduklah!” suruh Danish. Keyra menggelengkan kepala dan tetap berdiri sembari melempar senyuman. Danish melingkarkan tangannya, di pinggang Keyra. Jujur saja, ia tak menyangka bila Keyra akan menjadi sangat cantik ketika berdiri di sampingnya di pelaminan. Dari kejauhan, Doni tersenyum dapat membaca semuanya. Tebakannya selalu benar, begitu pun kali ini. Keyra, kalau dia jelek Danish tidak mungkin mengaja gadis itu menikah. Setidaknya ia bisa melihat setitik kebahagiaan di wajah Danish. Membuatnya ikut tersenyum. Acara resepsi selesai pukul lima sore. Para kerabat dan sanak saudara dari dua pasang pengantin kembali masuk dan beristirahat di kamar masing-masing. Masih ada satu acara lagi yang harus mereka hadiri, yaitu acara makan malam bersama orang terdekat para pengantin. Kali ini Keyra memilih beristirahat di kamar ibunya. “Nak, kamu tidak menemani suamimu?” protes Bu Riani. Duduk bersebelahan dengan putrinya di tepi ranjang. Bibirnya selalu mengembangkan senyum, melihat putrinya menikah adalah salah satu impiannya. Tanpa di sangka, Keyra, memeluk ibunya dengan sangat erat. Tangisannya pecah, menyesal karena membohongi ibunya itu. “Kenapa kamu menangis?” tanya Bu Riani. Membalas pelukan Keyra, mengusap lembut punggung anak perempuannya itu. Keyra tidak menjawab, air matanya terus mengalir disertai isakan. “Sudah, jangan menangis! Ibu akan membantumu berganti pakaian,” bujuk Bu Riani. Mengurai pelukan dan menuntun putrinya agar duduk di depan meja rias. Keyra melihat pantulan wajahnya di cermin, mulai menghapus riasan make-up nya. Sementara Bu Riani, melepaskan tiara dan beberapa jepitan yang ada di rambut, Keyra. Kemudian, Keyra mengganti bajunya dengan gaun panjang menjuntai hingga ke kaki, dari bahan sutra. Berwarna putih tulang, bentuk lengannya seperti pita. Memperlihatkan bentuk lehernya yang jenjang, dengan bentuk tulang V yang cantik. “Kamu cantik sekali, Nak,” puji Bu Riani. Tak pernah menyangka jika anak gadisnya akan dinikahi pemuda tampan yang kaya raya. Keyra melemparkan senyum palsunya. Suara pintu terdengar, memecah keheningan diantara mereka. Bu Riani berjalan lalu membuka pintu. Tampak Danish, dengan wajah ramahnya berdiri di depan pintu, dengan senyuman hangat. “Keyra, di sini?” tanya Danish. Selalu sopan dengan nada suara yang rendah, menganggap Bu Riani seperti ibunya sendiri. “Iya, Nak Danish, masuklah,” jawabnya. Kemudian, menoleh pada Keyra mengisyaratkan untuk beranjak dari duduknya. “Tidak, perlu Bu, saya hanya memastikan, o iya, jangan lupa sebentar lagi ada acara makan malam bersama keluarga,” ucapnya. Melihat ke belakang Bu Riani, mengamati Keyra yang terlihat sedih. “Saya, pergi dulu, Bu,” pamitnya. “Tunggu, Nak, Keyra harus ikut denganmu,” cegahnya. Menghentikan Danish yang bersiap untuk pergi. “Key, bukankah tadi kamu menginginkan, Nak Danish datang?” ucap Bu Riani berbohong. “Iya, Bu,” jawab Keyra sekenanya. Bergegas dan menghampiri Danish yang masih di depan pintu. Mereka berdua berjalan bersebelahan, di ikuti Bu Riani yang akan menuju lantai dasar untuk acara makan malam keluarga. Sesampainya di lantai dasar, ternyata Pak Suryo, Sella dan beberapa orang sudah merapat di meja makan panjang. Mereka sedang berbincang kedatangan Danish dan Keyra membuat suasana semakin ramai. Pukul sembilan malam, acara selesai semua orang berjalan menuju kamar masing-masing. Di kamar Danish dan Keyra. Mereka berdua tidur dengan posisi terlentang. Menyisakan satu lampu tidur yang berada di atas nakas menyala. “Terima kasih ya Key!” celetuk Danish. Badannya sangat lelah, membuat suaranya pelan dan berupa bisikan. “Terima kasih untuk apa?” tanya gadis itu. Meluruskan kakinya sambil menarik selimut menutupi tubuhnya yang berbalut gaun malam, yang minim. Entah siapa yang menyiapkan baju itu, setidaknya ia sudah memilih baju dengan kain yang paling tebal dan panjang diantara gaun minim yang ada di kopernya. “Untuk hari ini,” jawab Danish. Rasa kantuk sudah menghampirinya. Membuat kelopak matanya menyipit dan tidak sengaja mengubah posisi tidurnya menghadap ke arah Keyra. “Iya, Mas,” jawab Keyra pelan. Jantungnya berdebar kencang, karena posisi Danish lebih dekat dengannya. Kemudian, ia menggeser tubuhnya, tetapi hal itu membuat Danish uang sudah lelap, kembali terjaga. “Ada apa, Key?” tanya Danish dalam keadaan setengah sadar. Keyra diam dan terpaku. Dia tidak bisa menolak ketika tangan Danish menarik dan merengkuhnya dalam pelukan. Sehingga tubuh Keyra merapat, melekat pada d**a bidang milik Danish. Hati dan pikiran Keyra menolak, tetapi tubuhnya seolah berkhianat. Ia menikmati kedekatan, tanpa sekat itu. Bahkan ia menyukai aroma tubuh Danish ketika hidungnya terhunjam di antara leher dan rahang pria itu. Tangannya perlahan membalas pelukan Danish, menikmati setiap kehangatan yang di berikan pria itu. Sebelum akhirnya ia terlelap dalam tidurnya karena lelah. Ada rasa takut dalam hati Keyra. Wanita itu takut, pertahanannya akan hancur. Mungkinkah ia bisa menahan rasa, mungkinkah ia tidak tergoda dengan Danish yang sangat tampan dan baik itu. Sementara saat ini hatinya benar-benar sadar bahwa ia mulai merasa nyaman dengan sikap dan seluruh kebaikan yang di tawarkan Danish. Saat ini pun, saat terjaga di tengah malam dan Danish masih memeluknya. Ia berharap malam ini tidak akan usai, saat ini juga, detik ini juga, Keyra begitu mnyukai pelukan dari pria yang menjadi suami bohongannya itu. ** Di Hotel Cakrawala di kamar yang lain. Pak Suryo bertelanjang d**a. Handuk melilit di pinggang menutup hingga ke lutut. Ia menunggu istri barunya yang masih di dalam kamar mandi. Ia melihat laporan yang di berikan Doni mengenai beberapa investor baru dalam perencanaannya untuk cabang hotel di Semarang. Proyek itu akan segera di kerjakan setelah bulan madunya selesai. Sekitar dua minggu lagi, ia tersenyum semuanya berjalan sesuai rencana. Suara pintu kamar mandi yang terbuka. Pak Suryo menutup layar ponsel, meletakkan benda pipih yang canggih itu di atas nakas. “Kemarilah sayang,” pintanya dengan suara menggoda. Kedua tangannya membukan, tidak sabar ingin segera melaksanakan haknya. Sella berjalan pelan menghampiri suaminya. Meski Pak Suryo bukan pria yang di cintainya, setidaknya lelaki itu sudah sangat berpengalaman di ranjang, membuatnya melayang nikmat, begitulah yang di rasakan sebelumnya. Wanita itu membalas pelukan, dan menurut saja ketika sang suami menuntunnya untuk duduk di pangkuannya. Untuk mencumbu dan menikmati setiap senti kulit putihnya. Sella hanya bisa memejamkan mata, ketika tangan suaminya bergerilya di tubuhnya. Seperti sebelumnya agar kegiatan yang penuh kehangatan itu berjalan tanpa perlawanan, Sella selalu membayangkan jika pria yang sedang tidur dengannya adalah Danish. Dengan begitu, mereka bisa mencapai puncak dengan peluh yang menetes dan kenikmatan yang membuat keduanya merasa puas. “Kamu suka?” tanya Pak Suryo berbisik mesra berlomba dengan nafasnya. Tubuh Sella benar-benar candu yang memberikan gairahnya kembali hidup. Sella mengangguk, dalam terpejam. Tubuhnya masih bergetar merasakan kenikmatan yang baru saja ia rasakan. “Istirahatlah, sejenak, kita akan mengulanginya lagi,” ucap Pak Surya sembari mendaratkan kecupan di bibir istrinya. Ia kembali tersenyum puas ketika melihat, tanda merah di area leher dan d**a Sella, sangat banyak tak terhitung. ‘Sellaku,’ batinnya sembari menghunjamkan wajahnya di area sensitif bagian d**a istrinya. Nyaman sekali, mulai saat ini itu menjadi bagian yang paling di sukai, pria berkarisma kuat itu. Mereka berdua pun tertidur karena lelah. Dan terbangun ketika pagi menjelang. Pak Suryo yang masih tergila-gila kembali mengulang kenikmatan semalam dengan semangat dan antusias yang lebih. Membuat istri barunya itu kembali melayang dalam kenikmatan. Sella hanya pasrah, bagaimanapun dia tetap menyukai sentuhan demi sentuhan dari Suryo Alexi. Wanita itu menganggap, semua adalah bonus dalam misi yang sedang di lakukannya. Bersambung. =========== Hai... Ini karya orisinal aku yang hanya exclusive ada di Innovel/Dreame/aplikasi sejenis di bawah naungan STARY PTE. Kalau kalian membaca dalam bentuk PDF/foto atau di platform lain, maka bisa dipastikan cerita ini sudah DISEBARLUASKAN secara TIDAK BERTANGGUNGJAWAB. Dengan kata lain, kalian membaca cerita hasil curian. Perlu kalian ketahui, cara tersebut tidak PERNAH SAYA IKHLASKAN baik di dunia atau akhirat. Karena dari cerita ini, ada penghasilan saya yang kalian curi. Kalau kalian membaca cerita dari hasil curian, bukan kah sama saja mencuri penghasilan saya? Dan bagi yang menyebarluaskan cerita ini, uang yang kalian peroleh TIDAK AKAN BERKAH. Tidak akan pernah aku ikhlaskan. Dreams_dejavu
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD