67. Teguran

1568 Words

"Saya kan bilang di telepon Zena cuma nangis biasa, kenapa kamu sampai datang kesini? Kamu engga percaya kalau saya bisa jagain Zena?" Siera menutup rapat mulutnya saat mendengar nada tidak bersahabat dari ibu mertuanya itu. Beberapa saat lalu ibu mertuanya lah yang menghubunginya dan mengatakan jika Zena terus menangis dan gelisah, makanya Siera bahkan sampai membatalkan janji yang dia buat dengan Nares karena khawatir pada Zena. Niatnya ingin membawa Zena kembali pulang ke rumah mereka, tapi yang ia dapat justru ucapan seperti itu dari ibu suaminya. "Udah, kamu pulang lagi aja sana! Lagian Zena juga lagi tidur, nanti sore baru saya antarkan ke rumah kamu," suruh Ibu mertuanya. Siera menatap ke arah Zena yang tidur di karpet bulu ruang tengah itu. Wajah anaknya tampak basah, pipinya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD