62. Untuk kamu dan anak kita

1578 Words

"Ibu beneran mau cuti lebih awal?" Nares mendongak saat sekretarisnya itu bertanya. "Mau gimana lagi. Suami saya sama Papa udah jatuhin putusannya begitu, saya engga bisa nego lagi," ujarnya sambil menghela nafas. Kintan menutup mulutnya, menahan agar dirinya tidak terkikik. Setahunya, Nares adalah wanita independen yang sangat tegas terhadap apa yang dia mau, walaupun Nares juga terlihat sebagai anak penurut namun atasannya itu tidak akan begitu saja mau menuruti kemauan Papanya. Tapi beda hal jika sudah menyangkut suaminya, Nares sama sekali tidak bisa membantah perintah dari suaminya. What a good Wife she is. "Tapi saya juga engga yakin kalau Ibu bisa bekerja dengan baik dengan perut Ibu yang gede itu. Yang ada nanti saya yang ngeri," ujar Kintan. Dia meringis saat Nares mendeli

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD