52. Bagai ruang kosong

1550 Words

Hari berlalu begitu saja. Burung masih bercicit riang setiap pagi, awan berarak tanpa henti, hujan turun tanpa permisi. Semuanya terasa baik-baik saja. Hanya dia yang terdiam, tertinggal dan tidak berniat melangkah ke manapun. Pembicaraan yang dijanjikan oleh Arafi memang terjadi, namun Nares mengerti betapa suaminya diam-diam bahagia dengan calon anak yang ada di kandungannya. Walaupun begitu, suaminya itu menepati janjinya untuk berbicara dengan Abrar perihal keinginan Nares untuk menggugurkan janin itu. Semua berjalan sesuai kehendak Nares, ayahnya meski terlihat sedih tapi memberi ijin jika memang itu yang menjadi keinginannya. Namun entah kenapa, justru karena ijin yang diberikan oleh Arafi dan Ayahnya, justru membuat Nares merasa ditimpahi beban berat yang membuatnya sesak. Araf

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD