24

1274 Words

Malton tertidur di pangkuan Maurel yang terlihat ketakutan, Malton nampak mengelus wajah isterinya itu dengan sangat lembut “Sayang, jangan khawatirkan perkataan Lukas tidak akan ada hal buruk terjadi percayalah padaku. Ia hanya khawatir” Maurel menatapi Malton takut “Bagaimana jika itu benar terjadi? Aku tak ingin membuat kalian terluka lagi” lirihnya Malton bangun dan membenarkan duduknya mendekati Maurel yang sedang gelisah itu “Sayang jika itu terjadi, aku akan segera menyelesaikan semuanya dengan cepat oke?” Maurel mengangguk dengan senyuman yang sangat manis, Malton mendekatinya dan mencium pipinya perlahan. Memeluknya begitu erat seakan tak ingin kehilangannya. “Mendekatlah, jangan pernah menjauh lagi dariku” bisiknya Pagi berikutnya Malton terbangun, ia segera melihat ke samp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD