Bab 16. Secuil Kenangan

1644 Words

ELANG  Kembali kutarik nafas dalam, lalu kuhembuskan dengan keras. Entah sudah berapa kali aku melakukannya. Bayangan kejadian tadi pagi, sangat menggangguku. Aku terlambat. Orang lain datang terlebih dahulu menghampiri wanita itu. Dia benar-benar Sean. Seanku—dulu. Kugelengkan kepala, mencoba mengusir wajah dengan senyum lebar itu. Aku benci. Benar-benar benci dengan diriku sendiri. Aku yang sudah menciptakan jurang di antara kami, namun setelah sekian lama waktu terlewat, justru aku sendiri yang tidak bisa melanjutkan langkah. Berlembar-lembar dokumen yang ada di depanku—tidak bisa mengusir wajah cantik itu. Senyum manis itu. Kubanting dengan kasar tumpukan file yang seharusnya aku pelajari, sebelum kutorehkan tanda tangan. Kehembus kasar nafasku. Aku beranjak. Memilih membawa langk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD