Author POV Yogyakarta Beberapa bulan lalu, Sean baru hengkang dari kota pelajar ini, dan saat ini—ketika senja menampakkan kuasanya, ia kembali menginjak tanah Yogyakarta. Kali ini tidak sendirian, namun bersama kelima sahabatnya—yang nyaris tidak bisa diam. Beruntung dia berangkat bersama Pipin seorang, hingga sejenak dia bisa menutup mata. Pipin tidak mempermasalahkan menyetir sendirian ditemani suara musik, sedang seseorang yang seharusnya berperan sebagai navigator—justru tertidur. Nyaris sepanjang perjalanan. Pipin baru membangunkan Sean saat mereka sudah masuk wilayah Yogyakarta. “Jadi, di sini lo bertahun-tahun ngumpet??” Sean menoleh, lalu memelotot ke arah Demit yang hanya memperlihatkan cengiran khas nya. Sean rasanya ingin sekali menjitak jidat lebar sahabatnya tersebut. M

