CERAI YANG TERUCAPKAN

776 Words

Langit merona merah saat aku dan Hendrik melangkah ke luar dari pintu hotel, menyewa sebuah mobil yang siap mengantar kami ke rumah Pak Rahmad. Kami telah sepakat datang lebih pagi karena kami tidak ingin menerima kenyataan Pak Rahmad sudah beraktivitas dan beliau tidak ada di tempat. Hawa dingin masih menyapa kulit dan pori-porinya, aku juga masih sedikit mengantuk. Wajar saja, karena jam di tangan masih menunjukkan pukul 05.00. Hawanya masih sejuk. Mobilpun berbelok menuju perumahan Pak Rahmad. "Apakah pantas kalau kita bertamu sepagi ini? " Tanya Hendrik menghalau lamunanku. "Kalau memang kondisinya begitu untuk sementara kita lupakan kaidah pantas dan tidak pantas. " Kataku tiba-tiba. Kami berdua terdiam hingga sopir mulai ikut-ikutan mengeluarkan suara. "Maaf kalau boleh say

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD