Studio hening, hanya suara mesin pemanas air yang menggeram pelan di kejauhan. Kabut tipis memenuhi ruang syuting, memantul dari cahaya lampu lembut yang sengaja dirancang menyerupai sinar pagi yang terperangkap di dalam kamar mandi marmer. Selena berdiri di sisi bathtub, jubah mandi satin membalut tubuhnya. Tangannya sedikit gemetar, bukan karena suhu udara, melainkan karena tekanan yang tak kasatmata mulai menggeliat dari dalam dirinya. Di seberangnya, Theodore berdiri diam dengan ekspresi datar. Kemeja linen abu-abu dan celana longgar membuatnya tampak kasual, namun ada aura dingin yang tetap menyelimutinya. Ia bukan lagi Theodore Roosevelt, pria yang dikenal oleh dunia. Ia adalah Atlas. Lelaki yang datang dari kegelapan, bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk menjadi saksi. Jac

