HARI SELANJUTNYA, Studio hari ini masih terasa tenang, namun aura yang menyelimutinya berbeda. Jace Leclerc meminta satu sesi latihan khusus untuk mengeksplorasi dinamika antara Kiara dan gurunya—tokoh penting yang menjadi saksi bisu kehancuran dan kebangkitan karakter utama film Velvet Midnight. Vincent Lim, aktor teater kawakan yang sudah belasan tahun menekuni seni peran, datang lebih awal. Pria itu duduk tenang di atas kursi kayu, dengan naskah terlipat rapi di pangkuan. Pandangannya lembut saat Selena masuk ke studio, mengenakan atasan putih polos dan celana kain longgar. Wajahnya hanya dipulas ringan. Hari ini bukan untuk tampil memukau, melainkan menggali emosi terdalam. “Selamat pagi,” sapa Vincent sambil berdiri. “Kau tampak siap.” Selena tersenyum lemah. “Lebih tepatnya, aku

