DUA PULUH ENAM

1306 Words

Jakarta. Septa kembali menginjakan kaki ke tanah kelahirannya setelah empat tahun tinggal di Pulau kelahiran sang suami. Suami, katanya? Apakah ia pantas tetap menganggap Nandeka sebagai suami setelah apa yang terjadi? Entahlah! Septa tidak tau dan tidak ingin membahas hal itu dulu. Tujuan Septa kembali ke Jakarta adalah untuk menenangkan pikiran. Katakan ia lari dari kenyataan. Tapi, Septa melakukan itu bukan tanpa alasan. Berbicara soal alasan, memangnya apa alasannya pergi? Bahkan Nandeka sudah mengemis untuk Septa tidak pergi. Lalu kenyataanya? Dengan egonya yang tinggi ia lebih memilih meninggalkan cowok yang mati-matian menahan kepergiaannya. Entah apa yang ada dalam pikiran Septa saat ini. Ia sedih ketika mendengar ucapan sang ibu mertua beberapa waktu lalu. Septa juga merasa p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD