15. Sekolah mau di tutup

1594 Words
  Hujan begitu derasnya membasahi Kota kecil Krias. Bulir-bulir air membasahi jendela membuat kaca terlihat buram. Aku melihat pemandangan dari jendela kamar. Hujan begitu deras, tidak kunjung redah. Meski begitu aku sangat suka dengan hujan, seulas senyum terukir jelas di sudut bibirku. Waktu hujan-hujan begini keluargaku sering sekali berkumpul di ruang tamu, duduk melingkar, lesean (duduk di lantai) sambil di temani segelas teh hangat. Suasana dingin seperti ini memang cocok untuk berkumpul dan meminum minuman yang hangat apalagi sambil cerita-cerita. Aku tertawa kecil saat mengingat-ingat cerita seram dari ayah. Waktu kami tengah asik serius mendengar cerita tiba-tiba langit seperti lampu ingin menyalah lalu di susul oleh suara gledek yang luar biasa keras. Aku yang terkejut mendengar suara gledek, melompat ke Mas Taiga lalu menangis di pelukannya. Tidak heran, aku sama Mas Taiga begitu dekat seperti lem yang tidak pernah lepas. Meski ia menjengkelkan dan banyak maunya, tetap saja, aku sayang sama Mas Taiga begitu pula dengan yang lainnya.   Hujan sudah mulai redah, kini hanya gerimis, ku buka jendela lebar-lebar membiarkan angin dingin masuk ke dalam kamar. Aroma setelah hujan deras begitu sejuk seperti embun di pagi hari, hanya saja ini baunya dari tanah basah. Aku mencium bau setelah hujan seperti mencium bau parfum, hehehe.   Awan mendung mulai berjalan memperlihatkan langit berwarna oranye yang tidak akan lama lagi tergantikan langit hitam. Aku melihat langit dengan kedua tangan menempel di dagu, pikiranku melayang-layang seperti burung terbang ke sarangnya.   Selama aku menatap langit ada sebuah ingatan sekilas yang melintas. Aku terdiam sejenak. Barusan apa? Ku coba ingat-ingat lagi tetapi nihil, tidak ada. Tangan kanan menggaruk kepala tidak gatal, mungkin terlalu banyak pikiran maka dari itu ada-ada saja yang melintas seperti kilatan cahaya kecil dan menghilang tanpa jejak. Segera ku tutup jendela kamar kembali, rapat-rapat. Menatap langit sekali lagi, apa April sudah pulang sebelum hujan deras?    Ruangan tengah yang di sana sudah ada tiga makhluk tengah duduk menikmati acara berita terbaru. Aku yang ingin pergi ke dapur segera ku urungkan melihat layar televisi. Berita terkini adalah 'SMA Krias 04', aku yang belum satu minggu masuk sekolah itu. Kini semua orang memberitakan tentang kisah mistis dan kejadian dua tahun silam. Dahi berkerut seraya memasang telinga baik-baik. Reporter itu bilang kalau sekolah itu terkutuk dan tepat tanggal 16 Desember 20XX, sekolah itu akan di tutup. "WHAT!" ucap kami bertiga; aku, Mas Daniel dan  Mas Taiga. Sedangkan Mas Daisuke melihat berita itu sangat santai seolah ia sudah tahu berita buruk sekolah baruku akan di tutup. Di tutup sepihak dan aku yakin kalau kepsek serta guru di sana akan merasa sedih. -Sekolah Aneh-   Keesokkan harinya aku dan Mas Daniel seperti biasanya pergi ke sekolah seraya mengemut permen pemberian Mas Daisuke. Sampai di kelas, kelas yang selalu ramai sekarang sepi. Raut wajah mereka semua menekuk tidak bersemangat bahkan aku bisa tahu mimik wajah yang selalu datar dalam hati mereka pasti sedih. Telah mendengar kabar buruk sekolah SMA Krias 04 akan di tutup secara sepihak. Aku juga melihat artikel baru tentang penutupan SMA Krias 04 pada tanggal 16 Desember setelah ulangan. Ini masih tanggal 15 November masih punya waktu untuk menyelamatkan sekolah ini. "Pasti kalian sedih kalau sekolah ini akan di tutup?" ucapku melihat April, Yuli dan Zulfa bergantian. April menghela nafas kasar, enggan menjawab pertanyaan yang susah gampang dariku. Zulfa menatap papan tulis yang kosong. Serius, kalau kelas 1-E sunyi kayak gini, kesan horor dari sekolah ini semakin kuat. Walau aku tidak bisa melihat makhluk tak kasat mata tetapi hawa kehadiran makhluk itu bisa aku rasakan secara jelas. Tangan April mengepal kuat lalu gadis itu bangkit berdiri. Brak! April menggebrak meja kuat sehingga menimbulkan suara keras dan membuat seisi kelas yang awalnya sibuk dengan pikiran masing-masing. Terkejut tidak main. Ada yang memegang d**a, tersentak, melebarkan mata dan mengarah ke wakil ketua kelas. Sorotan mata cokelat gelap April menatap ke depan, serius. "Ada apa Bu Ketua?"tanya Yugo sopan. "Tidak ada angin, tidak ada hujan. Gledek meja pun jadi," komentar Dimas langsung di jitak sama Yugo. "Kau ini, mau di hukum sama April ha?! dia itu lagi serius." kata Yugo menatap tajam ke Dimas yang otaknya di penuhi 'Just Kidding'. Semua murid tertuju ke wakil ketua kelas dari matanya sudah terlihat jelas kalau ia akan membuat murid 1-E menunjukkan sesuatu yang hebat atau hal yang lain. Tentu saja, menyembunyikan kekuatan mereka.   Aku yang tahu kekuatan murid 1-E hanya sedikit saja yaitu; April, Yuli, Zulfa, Dewa, Jesse, Haku, Judy, Rudy dan Alvin. Sedangkan yang lainnya, aku sama sekali belum tahu. "Kita harus menunjukkan pada semua orang kalau sekolah SMA Krias 04 tidak seburuk apa yang mereka pikirkan!" kata April memberikan dorongan semangat buat murid 1-E. "Memang sekolah kita masih di bilang aneh dan menyeramkan. Masih banyak misteri yang belum terjawab. Tapi kita harus bekerja keras untuk mengajak mereka bersekolah di sini!" kata April semangat. Pemuda bersurai abu-abu itu berdiri tegak menatap semua teman-temannya,serius. "Kita akan melakukan promosi terus-menerus. Menyebarkan brosur." "Caranya? Semua orang aja membuang brosur tepat di depan kita? Hati kita sakit, Haku." kata Niall memasang wajah sedih. Pemuda berkacamata yang sedari tadi diam menahan rasa kantuk menyerang, berdiri. Matanya sudah sayup-sayup ingin tidur,"aku tahu, caranya!" ucapnya kemudian duduk, tertidur membuat semua orang di dalam kelas panik. "OMG! Pangeran tidur, tertidur!" pekik Jesse nggak biasa. "Rudy, cepat bangunin Judy. Kalau nggak? Kita akan dalam bahaya!" titah Fian Xian Lu mendesak Rudy. Pemuda berkacamata tebal itu bingung harus ngapain, kekuatan nya hanya bisa membuat Judy tertidur atau orang lain tidur. Ia tidak bisa menyanyi untuk membangunkan Judy dari mimpinya. "Aku tidak bisa membangunkan, Judy dengan kekuatanku!" kata Rudy ikutan panik. Aku memegang dagu,bingung. Pikiranku sudah melayang kemana-mana kalau Judy akan membawa kami semua ke dunia mimpinya. Mas Daniel mengamati Judy, melihat wajah yang tidur pulas. Pemuda bersurai hitam dengan rambut poni itu menyuruh semua, tenang. "Tenang-tenang." kata Mas Daniel. "Bagaimana kami bisa tenang? Kalau Judy tidur, kita semua akan ke dalam mimpi Judy!" kata Fian Xian Lu tidak biasa. "Kita dengarkan Daniel mau ngomong apa? Baru kita komen." kata Haru yang bisa membaca situasi seperti ini. Saat mereka sudah diam. Semuanya saling tatap menatap sembari melihat ke sekeliling masih berada di dalam kelas. Tidak berpindah ke tempat dimana, tempat itu tidak di kenal sama sekali. "Kok kita tidak berpindah tempat?" kata Dimas masih memerhatikan sekitar. Mas Daniel menghela nafas panjang melihat Judy yang tertidur pulas. Namun, tidak membawa efek samping ke teman-temannya. "Judy, hanya tidur biasa. Tidak mengeluarkan kekuatannya sama sekali." katanya enteng. "Ha!" Ucap mereka semua menatap ke Mas Daniel tidak percaya. Aku selaku adiknya ikutan tidak percaya seolah ucapannya barusan adalah omongan belaka yang benar- benar nyata. Rudy juga tidak percaya apa yang di katakan oleh Mas Daniel. "Adikku kalau tidur selalu mengeluarkan kekuatannya membuat orang sekitar juga ikut tidur dan masuk ke dalam mimpi Judy. Tidak mungkin ia tidak mengeluarkan kekuatannya saat tidur." "Judy juga bisa menghentikan kekuatannya saat tidur, sesuai keinginannya. Tapi ia sering kelepasan sehingga semua ikut terbawa ke dunia mimpinya." jelas Mas Daniel seperti ia tahu banyak hal. Yuli tersenyum,"yang di katakan oleh Daniel benar. Judy bisa mengendalikan kekuatannya saat tertidur agar semua orang tidak masuk ke alam bawa sadarnya. Namun ia masih sering kelepasan." sahutnya menambahkan. "Eh tapi katamu, ilusi dan mimpi Judy?" kataku di potong sama Rudy. "Kekuatan Judy tidak berefek ke orang lain kalau di dunia ilusi, jika di dunia nyata, berefek," kata Rudy mengerut melihat Judy masih tidur di atas meja tanpa merasa terganggu karena pertanyaan-pertanyaan lainnya. Aku sangat heran pada murid-murid di sini. Mereka memiliki kekuatan seperti makhluk fantasi di buku-buku. Kekuatan yang unik dan hebat walau aku sudah tahu dari April waktu itu. Tetapi tetap saja aneh, jika di pikir logis. Jadi yang manusia normal adalah aku dan Mas Daniel? "Aku tahu, bagaimana caranya?" celetuk Judy tiba-tiba membuat semua mata tertuju ke pemuda yang masih keadaan mata terpejam dan tidak ada niatan untuk membuka. 'Apa jangan-jangan ia bisa melihat masa depan lewat mimpi?' pikirku. Yuli menoleh ke arahku sejenak yang pasti ia mendengar isi pikiran negatif ku. Rudy duduk menatap adiknya yang tidur, ia benar-benar seperti orang ngigo. "Bagaimana caranya?" "Kita harus membuat promosi kreatif seperti kegiatan seharian kita. Di tambahi selera humor dan bagaimana cara kita bersosial pada anak-anak lain. Di pikiran orang-orang sudah ada gambaran buruk atas insiden dua tahun silam. Yuli, sudah tahu banyak hal tentang itu dengan kemampuan pembaca pikiran dan hati seseorang. Alvin, yang pasti sudah tahu dari nyawa manusia yang di ambil oleh orang tidak di kenal hanya saja mereka (makhluk halus) tidak ingin membuka suara." paparnya panjang lebar membuat semua murid 1-E terpenganga. Fian Xian Lu menatap takjub dengan teman doyan tidur ini,"nggak nyangka kalau pangeran tidur bisa mengambil solusi yang ampuh." komentarnya tersenyum mengembang menunjukkan deretan gigi putihnya. April tersenyum mendengar nya,"seperti gambaran pikiran ku!" serunya. "Wah benarkah. Kekuatan kalian memang sangat hebat!" seruku ikutan senang. Haku, ketua kelas mulai diskusi kelas. Semuanya memberikan pendapat, saran, ide masing-masing. Dewa, pemuda datar dan irit bicara itu menuliskan ide-ide di papan tulis. April dan Haku menjawab pertanyaan teman-teman secara bergantian. Zulfa memilih ide yang pantas untuk di ambil.   Sampai akhirnya kami semua setuju dengan ide yang bisa di katakan bagus buat promosi sekolah ini. Aku ingin lihat, bagaimana kalau sekolah SMA Krias 04 sudah di penuhi murid lagi. Canda tawa, sedih,senang, kegembiraan, asik kocak akan menjadi momen paling tak terlupakan. Semua guru akan senang bisa mendapatkan murid lagi. Haku mengulurkan tangan ke depan lalu tangan kami saling tumpuk menumpuk,"Sekolah kita akan kembali sejahtera dan tidak ada acara penutupan secara sepihak!" seru Jesse dengan semangat berkobar. "Kita pasti bisa!" seru semua murid lalu mengangkat tangan ke atas untuk membuat SMA Krias 04 kembali mendapatkan murid-muridnya seperti dulu. -Sekolah Aneh- Bersambung... 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD