Epilog

826 Words

EPILOG   Benar kata orang, bagaimanapun endingnya itu tak penting. Karena yang dinikmati itu perjalanan menuju ending. Bagaimana harus terjatuh berulang kali pada lubang yang sama, bagaimana sulitnya bangkit menjadi lebih baik dan bagaimana rasanya kehilangan. Namun percayalah, Tuhan selalu melihat semua usaha yang telah dilakukan.   Percayalah padaKu, akan Ku berikan balasan yang jauh lebih baik dari apa yang engkau minta..   Umi tengah berduduk santai disebuah cafe sore ini. Dia memang sudah memiliki janji dengan Adel. Karena terlalu bosan menunggu, jemarinya menekan salah satu aplikasi jejaring sosial yang memang sangat aktif dia gunakan. Ketika berada didalam accountnya, sudut bibirnya tersenyum lebar melihat beberapa foto double honeymoon mereka. Mereka disini adalah dirinya da

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD