“Kamu berencana melamar Karina?” tanya Lilia sekali memastikan. “Benar, Kak Lila.” “Tidakkah menurut kamu ini terlalu cepat? Kalian baru berpacaran selama dua tahun!” Albert mendesah, “Aku tidak sanggup lagi, Kak.” “Apa maksudnya itu?” Melihat perubahan raut wajah Lilia, mau tak mau Albert terkekeh, “Bukan seperti yang kak Lila bayangkan.” Lilia mendesah lega. “Aku hanya merasa ini sudah waktunya untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.” “Benarkah hanya karena kamu merasa ini waktu yang tepat untuk membicarakan pernikahan?” “Kak Lila meragukan aku?” nada suara Albert terdengar kesal ketika ia bertanya. “Entah mengapa aku merasa kamu hanya ingin cepat-cepat mengikat Karina untuk menjadi istrimu karena di kantornya Karina juga mempunyai banyak penggemar. Kamu takut Karina dire

