Bangkok, Thailand. Suara tawa menggelegar memenuhi ruangan, bercampur dengan dentingan gelas kristal yang beradu, membingkai malam dalam euforia yang memabukkan. Aroma alkohol bercampur dengan kepulan asap cerutu, memenuhi udara dengan keangkuhan yang sulit ditembus. Malam ini bukan sekadar perayaan, tetapi deklarasi kekuasaan. Lampu remang memantulkan siluet tajam di sepanjang ruangan, memperlihatkan sosok-sosok yang bergerak dalam bayang-bayang, bukan sekadar tamu biasa, melainkan mereka yang memiliki pengaruh di tempat-tempat yang tak tercatat dalam sejarah resmi. Marko bersandar di sofa kulit hitam yang berada di sudut VIP, jemarinya melingkari gelas kristal berisi whiskey tua. "Cheers! Kita rayakan kemenangan ini!" serunya lantang, disambut dengan tawa kasar dari anak buahnya. Han

