Kehancuran dan kebangkitan

1475 Words

"Alfred Argan!!" Diana tersentak. Nafasnya tercekat, dadanya terasa berat, seakan udara pun enggan memberinya kelonggaran untuk bernapas. Langkahnya mundur tanpa sadar, seolah ingin menghapus jarak antara dirinya dan sosok yang kini berdiri tegak di atas podium, diterangi cahaya tajam lampu sorot. "Ti-tidak mungkin! Ini tidak mungkin! Alfred sudah mati!" desisnya, suara tertahan di tenggorokan, nyaris tercekik. Diana terhuyung satu langkah ke belakang, seolah pijakannya tiba-tiba kehilangan kestabilan. Jemarinya mencengkram sisi gaunnya, kuat, seakan mencari pegangan dalam absurditas yang kini nyata di hadapannya. Napasnya memburu, bukan karena ketakutan, tetapi karena tubuhnya sendiri menolak menerima kenyataan yang seharusnya mustahil. Matanya tetap terkunci pada sosok itu, membelala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD