TIGA PULUH

952 Words

Kamu adalah tujuan akhir perjalananku untuk menemukan kebahagiaan. *** Satu tahun kemudian. Sudah satu jam Mika duduk di bangku putar berkaki satu itu. Sikunya bertumpu pada permukaan meja bar dan menatap sahabatnya yang masih sibuk mengelap gelas-gelas berkaki tinggi. Kafe sudah tidak ada pengunjung, papan penanda kafe tutup juga sudah digantung di pintu, bahkan pegawai yang membantu Kirana menjalankan kafe ini pun sudah pulang sejak setengah jam lalu. Memang, langit di luar belum gelap, masih indah dengan warna kekuningemasan. Akan tetapi hari ini kafe tutup lebih awal. Mika yang mulai tidak sabar, mendecakkan lidah. “Ini sudah satu jam,” keluhnya seraya mengetuk arloji di pergelangan tangannya. Kirana hanya melirik, bermaksud menjaili sahabatnya itu. “Kiraaaa!” jerit Mika sebal.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD