EXTRA PART

670 Words

Kirana baru keluar dari ruang dokter. Hari ini jadwal check up kandungan. Kirana ke dokter bersama Mika karena Cakra harus keluar kota untuk urusan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. "Apa kata dokter?" kata Mika mendekat saat melihat Kirana keluar dari pintu. "Bayinya sehat." "Syukurlah." Mika bernapas lega. "Cakra itu gimana, sih. Udah jelas istrinya lagi hamil, butuh perhatian lebih, malah ditinggal. Memangnya pekerjaan itu lebih penting dari kamu apa?" Kirana diam, tak menyahut. Namun, wajahnya tidak bisa menepis kesedihan yang tiba-tiba membayanginya. "Sorry, Na. Aku nggak bermaksud buat kamu sedih," Mika meminta maaf, takut ucapannya barusan melukai hati sahabatnya itu.  "Nggak apa-apa," Kirana berusaha tersenyum, tapi hambar. Perasaannya benar-benar sedang kacau saat ini.

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD