Bian meracau tidak jelas, dan menggeliat hingga tubuhnya jatuh ke lantai bersama selimut tebal. Dia membuka mata dan melihat keadaan sekitar, lalu mengumpulkan nyawanya yang masih setengah sadar. "Bentar, bentar, jadi tadi gue mimpi?" Bian langsung keluar dari kamarnya dan menghampiri Bintang yang hendak turun tangga. "Ntang, ini hari apa?" "Sabtu." "Berarti nanti malam itu malam minggu?" Bintang hanya mengangguk. "Terus tadi malam lo ditolak Senja?" Bintang menggeleng. "Semalam aja gue belum ketemu Senja, kenapa lo?" "Tapi itu berasa nyata, Ntang." Bintang semakin tidak mengerti kemana arah pembicaraan Bian. "Emang apaan?" "Berarti gue cuma mimpi." "Mimpi apa?" "Gue mimpi lo ajak Senja tunangan dan lo ditolak, dia milih gue." Bintang tertawa. "Lo mimpi, mending sekarang lo c

