Mobil mewah yang dikemudikan oleh Davi berhenti di sebuah rumah yang dulu pernah beberapa kali Ia datangi. Pria itu bernapas lega karena rumah tersebut terlihat bersih dan terawat bahkan mobil pun masih terparkir di halaman rumah dengan keadaan yang terawat pula. Pria tiga puluh delapan tahun itu menekan bel rumah beberapa kali. Rasanya tidak sabar ingin melihat sang empunya tempat tinggal. Tak lama seorang wanita dengan rambut terikat di belakang, keluar dari rumah itu. Davi sempat mengerutkan dahi karena dia tidak mengenal orang tersebut. Jantung pun berdetak lebih cepat, tapi ia masih berusaha berpikir positif, mungkin sekarang Ardita tinggal bersama seseorang untuk menemaninya yang hidup seorang diri. "Maaf, Bapak cari siapa ya?" tanya wanita yang muncul dari dalam rumah Ardita.

