"Mas kenapa sih, sejak pulang dari tempat Bang Davi, Mas diem aja,?" tanya Alea pada suaminya yang sedang sibuk memeriksa berkas. Wanita itu duduk di kursi sebrang meja kerja sang suami. "Gak apa-apa," sahut Fahry tanpa menoleh. Matanya masih memindai deretan huruf yang ada di dalam lembaran kertas putih yang bertumpuk di atas meja. "Apa Mas marah sama aku?" tanya Alea lagi. "Enggak." Lagi-lagi hanya jawaban singkat yang wanita itu dapatkan. "Tapi Mas gak biasanya diam aka kayak gini lho," sahut Alea. "Mas marah ya?" tanyanya lagi "Enggak." Fahry tetap mengelak. "Ya udah. Aku balik ke meja aja kalau gitu," pamit Alea. "Hem." Fahry hanya menjawab dengan gumaman tanpa menggerakkan kepalanya yang masih sibuk memeriksa pekerjaannya. Alea pun keluar dari ruangan suaminya dengan kesal.

