"Ini kamarnya." Kubuka pintu kamar yang pernah Mira tempati dulu. Alex masuk tanpa sepatah kata seraya mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar. "Kalau kamu perlu sesuatu atau ada yang mau diganti dari kamar ini, bilang aja sama mama, ya," ucapku seraya mengusap kepalanya dengan lembut. Namun, tangannya yang refleks menepis dengan kasar itu sedikit membuatku kaget. "Jangan sok baik dan jangan menyebut dirimu mama! Kamu bukan mamaku!" tukasnya dengan sorot mata penuh kebencian. Entah kenapa Alex terlihat begitu benci. Bukankah kedua orangtuanya memang sudah berpisah lama sebelum menikah denganku? Kenapa dia bersikap seolah aku yang merebut Mas William? "Baiklah. Kamu boleh panggil aku tante. Senyamannya kamu saja," balasku tenang dan tetap menampilkan senyum. "Mau Tante—" "Keluar

