Keesokan harinya, Gema mengajak Yuni ke Lombok. Sekalian melihat perkembangan resort yang dikelola kawannya tiga tahun ini, dimana pria itu juga menanamkan investasinya di sana. Yuni tentu tak asing dengan Lombok. Namun, lagi-lagi karena ini adalah momen bulan madu, ekspresinya selalu terlihat jauh lebih antusias saat sang suami menanyakan pendapatnya begitu mereka tiba di resort. Yuni sedang menatap pemandangan dari depan balkon kamar yang mereka tempati di resort tersebut. Kamar yang langsung menghadap ke laut dari ketinggian bukit dengan pemandangan hutan kecil di sekitarnya itu menyajikan pesona yang tak biasa bagi Yuni yang baru kali pertama ini berkunjung ke resort yang sebagian kepemilikannya dikuasai sang suami. “Suka?” “Suka atuh. Baru tau di sini ada resort.” “Memangnya du

