“Kita pesan saja, Mama enggak tahu kalo itu bukan buatan kita.” “Enggak, Mas. Aku mau kue itu kita yang bikin.” “Tapi, kaki kamu sekarang sedang sakit, Agni.” Abimanyu menghela nafasnya. Menahan kursi roda Agni agar wanita itu tak keluar dari kamar mereka. Sedikit ada rasa ingin tertawa dari Abimanyu saat melihat wanita itu berusaha untuk pergi darinya namun gagal. Wanita itu menggembungkan pipinya kesal ketika tak bisa kemana-mana. “Mas..” “Kita pesan saja, Agni,” ulang Abimanyu. Pria itu memutar tubuhnya dan merendahkan dirinya agar bisa sejajar dengan wajah Agni. Sambil berlutut, pria itu memegang kaki isternya yang dibalut perban. “Saya tidak mau kamu kenapa-kanapa.” “Mas Abi dan anak-anak bisa bantu,” balas Agni. “Tapi—“ “Bilang saja Mas tidak mau repot,” ujarnya membuat Abimany

