Agni - 43

2404 Words

Tiga bulan kemudian.... “Kak Bian minum susunya dulu,” pinta Agni ketika sang anak sedang terburu-buru mengenakan sepatunya. “Enggak usah, Bu. Udah enggak sempat.” Abian bangkit dari duduknya sambil sekali lagi mengecek isi bukunya. Lelaki kecil itu takut jika ada bukunya yang tertinggal. “Dikit aja, perutnya kosong, nak.” Abian yang tak tega melihat Agni bersusah payah membawa susunya dari dapur dengan perut yang sudah membesar, akhirnya memilih mengambil gelas itu. “Atasnya kok enggak dikancing.” Tangan Agni itu menyentuh kancing teratas Abian yang tak terkancing lalu membenarkannya. Wanita itu kemudian menerima gelas kosong yang sebelumnya berisis s**u yang langsung diminum Abian sekali tandas. “Makasih, Bu.” “Eh, eh.” Agni memelotokan matanya ketika Abian hendak mengilap bibirny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD