lain halnya dengan sandra ,dia terlihat pucat pasih setelah tau siapa yang akan menjadi pimpinannya ,dia adalah pria yang dia omeli tadi,
"tiba-tiba saja sandra melihat devan sedang memandangnya dengan senyum sinisnya ,,
waduuhh mati gue ditatap sama dia ,apa mungkin dia ngenalin gue ya batin sandra,
sand ngapain lo ngelamun? ,pasti lo naksirkan sama pak devan goda nadin
""amit amit ya nad dia bukan tipe gue dan dia juga belum tentu suka sama gue ,
siapa tau pak devan jodoh lo sand hehehehe .
hus...enggak usah bicara liat sono mukanya sudah kayak es batu liatin kita ngerumpi tegur sandra,,
setelah perkenalan tadi semua karyawan mengundurkan diri dari aula untuk melanjutkan pekerjaan tanpa terkecuali sandra dan nadin,
eehh sand lo enggak ngerasa kalau direktur kita yang baru ini agak kaku orangnya enggak kayak bapaknya yang ramah dan baik hati,
entahlah nad biarin saja to kita mau protes juga enggak bisa sahut sandra
iya udah yuk kita lanjut kerja lagi ajak nadin.
"
sesampai di ruangannya, sandra langsung mengerjakan pekerjaan yang tertunda ,
hari ini team marketing sangat sibuk karena direktur barunya meminta laporan yang enam bulan lalu untuk di pelajari,
sementara sandra dan nadin sibuk mengotak -atik laptop mencari file- file yang diminta sama direkturnya .
di ruangan itu hening hanya suara keyboard yang bersuara, semua karyawan sibuk sama komputer masing- masing hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul empat soreh ,
itu artinya satu jam lagi semua karyawan akan pulang,
tapi tidak untuk team marketing mereka harus menyelesaikan laporannya walaupun sudah waktunya pulang,
nad pusing gue filenya belum ketemu juga ucap sandra , emang lo simpan dimana filenya coba lo cari lagi pasti ketemu sahut nadin.
lagian ngapain sih pak killer itu minta file yang enam bulan lalu kesal sandra ,,jadinya lembur enggak jadi jalan-jalan rutuk sandra sambil menghentakkan kakinya ke lantai ,,
sabar sand pasti ketemu kok ,enggak boleh ngelu nadin berkata sambil memberi semangat ke sandra.
tanpa mereka sadari seseorang berdiri di depan pintu memperhatikan mereka menampilkan senyum misteriusnya.
dia adalah devan yang sengaja meminta file yang sudah lama, sebenarnya file itu tidak penting sama sekali ,
hanya saja devan mengerjai sandra karena sudah berani mengomelinya tadi siang.
Hem...Hem... apakah file yang saya minta sudah selsai tanya devan dengan wajah sedatar mungkin,,
sandra dan nadin terlonjak kanget mendengar suara dari belakang
eehh aa..nu pak maaf filenya belum ketemu jawab nadin terbata-bata ,
lain halnya dengan sandra yang sudah menunduk enggak berani menatap bos barunya,,
devan melirik sandra ,,nama kamu siapa tanya devan?, seketika sandra mengangkat kepala memastikan siapa yang di maksud,
" bapak tanya saya tunjuk sandra pada dirinya sendiri ,
iya kamu , makanya kalau orang bicara jangan nunduk tidak sopan tegas devan,
ma..maaf pak , nama saya kasandra ucap sandra takut takut.
baiklah berhubung sudah malam kalian boleh pulang ,tapi pak bagaimana dengan filenya sahut nadin.
filenya besok saja serahkan ke saya , dan untuk kamu kasandra laporan pemasaran bulan ini antar sekalian keruangan saya besok pagi ,
sandra yang merasa di perintah seperti itu merasa ngeriii apalagi harus pergi keruangan big bosnya besok,
entahlah apa yang akan terjadi besok antara devan dan sandra.
kira kira kenapa ya devan suruh sandra ke ruangannya,,,,,,,,,
fitrihandayani